Jakarta, Infeksi Tuberkulosis (TB/TBC) pada pasien diabetes mellitus (DM) kerap terabaikan. Ketika 2 penyakit ini muncul bersamaan, gejalanya saling menyamarkan sehingga sepintas tidak kelihatan.
"TB pada DM gejalanya lebih ringan, bahkan tanpa gejala. Sering sekali tanpa batuk," kata dr Rochismandoko, SpPD dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, dalam seminar TB dan Asma di RS Paru Persahabatan, Jakarta Timur, Rabu (6/5/2014).
Menurut dr Rochis, TB pada pasien DM tampak lebih ringan karena tertutup oleh gejala DM yang punya banyak kemiripan. Di antaranya, sama-sama mengalami penurunan berat badan, nafsu makan berkurang, lesu, dan sebagainya.
Baik TB maupun DM, menurut dr Rochis sama-sama bisa saling mempengaruhi. TB bisa meningkatkan risiko DM, demikian pula DM bisa menurunkan daya tahan tubuh sehingga mudah tertular TB.
Infeksi TB meningkatkan risiko DM karena pasien TB umumnya stres, kemudian sistem metabolismenya terganggu. Di samping itu, pengobatan TB juga bisa memicu efek samping pada sistem metabolisme sehingga muncul diabetes mellitus.
Penelitian di RS Paru Persahabatan menunjukkan, 28 persen pasien DM punya infeksi TB. Masih dari hasil penelitian yang sama, 20 persen pasien TB juga memiliki riwayat DM.
(up/vit)