Pages

Sabtu, 03 Mei 2014

health.detik
Detik.com sindikasi 
Mobile App Design from scratch.

A step by step guide to learn how to design a great mobile app.
From our sponsors
Saat Menopause, Wanita 'Bertubuh Apel' Lebih Berisiko Kena Kanker Payudara
May 3rd 2014, 09:31

North Carolina, Semua wanita memang berisiko terkena kanker payudara. Khususnya bagi mereka yang sudah menopause, ukuran dan bentuk tubuh pun bisa jadi indikator risiko mereka terkena kanker payudara.

Itulah yang ditemukan studi AS terbaru yang menganalisa bahwa wanita bertubuh apel alias banyak timbunan lemak di sekitar pinggangnya berisiko lebih tinggi terkena kanker payudara ketimbang wanita dengan tubuh pir di mana timbunan lemak banyak terdapat pada pinggul.

"Lemak di sekitar pinggang berkaitan dengan peradangan dan pertumbuhan sinyal tambahan yang berhubungan dengan penyakit jantung dan risiko kanker," terang Mia Gaudet, ahli epidemiologi dari American Cancer Society sekaligus pemimpin studi, seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (3/5/2014).

Untuk melihat apakah kelebihan lemak di pinggang berkontribusi terhadap risiko kanker payudara, Gaudet dan timnya menganalisis data hampir 29.000 wanita pascamenopause selama 11,6 tahun. Mereka adalah peserta Cancer Prevention Study II Nutrition Cohort, studi jangka panjang yang dimulai awal tahun 1990-an.

Tahun 1997, mereka diminta mengisi kuisioner setiap dua tahun untuk mengevaluasi risiko kanker. Mereka diminta mencatat berat badan dan lingkar pinggangnya. Sampai tahun 2009, peneliti memeriksa diagnosa kanker payudara dari tiap peserta. Tanpa menyesuaikan BMI, wanita dengan lingkar pinggang lebih besar berisiko lebih tinggi terkena kanker payudara.

"Untuk setiap penambahan sepuluh cm ukuran punggang, risiko kanker payudara meningkat 13 persen. Setelah BMI masuk dalam perhitungan, setiap kenaikan satu titik pada BMI, ada kenaikan risiko kanker payudara hingga empat persen," jelas Gaudet.

Menanggapi hal ini, profesor kedokteran di Duke Cancer Institute di Durham, North Carolina, Victoria Seedwalt mengatakan peneliti perlu memperhitungkan banyak faktor gaya hidup selain BMI dan lingkar pinggang misalnya olahraga, penyakit seperti diabetes, dan kebiasaan merokok.

"Hasil penelitian kami sangat konsisten dengan rekomendasi American Cancer Society yang berkaitan erat dengan aktivitas fisik. Untuk mencapai dan mempertahankan berat badan yang sehat, orang perlu bergerak aktif dan pastinya menjalani pola hidup teratur dan sehat," kata Gaudet.

(rdn/vit)

Ingin Mendapatkan Rp 500,000 dari detikHealth ? Ceritakan Pengalaman Dietmu di Sini

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.

Media files:
163259_womanapple.jpg (image/jpg, 0 MB)
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions