Pages

Selasa, 24 September 2013

Sindikasi health.okezone.com
Berita-berita Okezone pada kanal Health 
Exotic travel ideas.

Searching for your next vacation destination? Subscribe to Off The Beaten Path, a newsletter featuring captivating locales to help you to plan your next trip.
From our sponsors
Obat Penjaga Fungsi Pankreas untuk Pasien Diabetes
Sep 24th 2013, 04:09

DIABETES masih menjadi momok menakutkan bagi sebagian besar orang, terlebih bagi mereka yang memiliki faktor risiko dari turunan. Namun, sebuah penelitian baru mengatakan bahwa sebuah obat yang biasa diresepkan untuk mengobati psoriasis telah terbukti efektif melawan diabetes tipe-1.

 
Dalam sebuah penelitian di The Lancet Diabetes and Endokrinology dari Indiana University menemukan jenis obat alefacept memberikan harapan baru untuk pasien diabetes. Obat yang biasa digunakan hampir selama satu dekade untuk mengobati kondisi kulit ini memiliki kemampuan efektif untuk membantu memproduksi insulin dan kadar glukosa dalam darah.
 
Lebih lanjut, pemimpin penelitian, Mark Rigby dari Indiana University and Riley Hospital for Children, Indianapolis mencatat uji klinis pada 1980 sampai 1990-an. Dia dan rekan-rekannya menelusuri kemungkinan menggunakan obat penekan kekebalan untuk mengobati diabetes tipe-1, tetapi menghasilkan hasil yang beragam.
 
Tetapi dalam beberapa tahun terakhir, obat penekan kekebalan seperti alefacept telah dikembangkan untuk memiliki efek tertentu pada sel-sel sistem kekebalan tubuh yang menyebabkan masalah pada gangguan autoimun. Contoh dari gangguan autoimun adalah psoriasis serta diabetes, dan obat seperti alefacept ini menjaga sel-sel penting sistem kekebalan untuk sebuah proses biologis yang normal.
 
Selanjutnya, uji klinis menunjukkan bahwa obat alefacept bekerja memerangi kondisi kulit dengan menyerang jenis sel tertentu yang dikenal sebagai Tem dan sel Tcm (sel darah putih). Obat ini terlibat dalam mencegah sel tubuh yang salah dengan melawan dirinya sendiri karena diabetes tipe-1 melibatkan sel Tem dan sel Tcm menyerang sel-sel yang memproduksi insulin di pankreas. Kemudian, Rigby dan rekan-rekannya berusaha menentukan apakah alefacept mungkin memiliki manfaat bagi pasien yang baru didiagnosis dengan diabetes.
 
Pada penelitian terdaftar 49 orang dari 14 pusat medis, kemudian 33 peserta diberikan suntikan alefacept mingguan untuk jangka enam bulan, sementara 16 peserta lainnya diberikan plasebo tidak aktif. Para peneliti kemudian mengukur seberapa baik pankreas bisa mengeluarkan insulin dalam merespons makanan pada mereka yang dberikan obat tersebut.
 
Hasil penelitian menunjukkan, mereka yang diberikan alefacept telah memperlihatkan perbaikan dalam sekresi insulin empat jam setelah makan, sedangkan sekresi insulin pada kelompok peserta yang diberikan plasebo menurun. Para peneliti juga menemukan bahwa 12 bulan setelah memulai pengobatan, penggunaan insulin pada kelompok peserta yang diberikan plasebo secara signifikan lebih tinggi dibandingkan mereka yang menerima alefacept.
 
Rigby mengatakan hasil penelitian menunjukkan bahwa pengobatan dengan alefacept dapat menjaga kemampuan pasien diabetes untuk memproduksi insulin mereka sendiri dan sedikit mencegah hipoglikemia. 
 
"Alefacept adalah obat biologis pertama yang ditargetkan pada pasien dengan diabetes tipe-1. Secara signifikan, obat ini menghilangkan sel T yang menyerang pankreas pada diabetes tipe-1, sekaligus menjaga sel-sel kekebalan tubuh lainnya yang penting untuk fungsi pankreas," jelasnya, dikutip Newsmaxhealth.
(tty)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends:

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions