Pages

Sabtu, 28 September 2013

Tempo.co News Site
daily news from tempo.co 
Book your hotel early for a discount!

You can reap the rewards with great discounts at participating Pullman, M Gallery, Grand Mercure, Novotel, Mercure, ibis and Formule 1 hotels.
From our sponsors
Pernikahan Stabil, Kesehatan Membaik
Sep 28th 2013, 01:56

Berita Terkait

TEMPO.CO, London - Lain kali Anda berargumen dengan pasangan , berhati-hatilah karena hal itu bisa membahayakan kesehatan Anda. Hasil penelitian terbaru mengungkapkan bahwa kehidupan pernikahan yang bahagia bisa menyehatkan pasangan suami-istri.

Menurut hasil riset yang dikutip situs Daily Mail edisi 27 September 2013, para ilmuwan membandingkan keuntungan dan kerugian dari pernikahan yang sehat dan pernikahan yang bermasalah, lalu menemukan hubungan yang kuat antara keduanya. Artinya, aktivitas yang dilakukan dalam pernikahan, seperti kencan malam secara rutin bisa meningkatkan kesehatan seseorang.

Penelitian yang dipublikasikan di Journal of Marriage and Family ini mengobservasi bagaimana kehidupan pernikahan yang bahagia dari 681 orang mempengaruhi kesehatan fisik mereka. Polling yang dilakukan ini menjawab 11 pertanyaan mengenai kebahagiaan mereka dalam berbagai aspek hubungan dalam pernikahan.

Pertanyaan yang diajukan antara lain apakah pasangan memahami mereka, melakukan aktivitas bersama pasangan dan memberikan cinta dan kasih sayang pada pasangan. Para relawan juga ditanya 13 pertanyaan mengenai cara mereka mengatasi masalah kecemburuan, kemarahan dan ketidakjujuran. Sedangkan kesehatan mereka diranking berdasarkan kategori sangat baik, baik, cukup atau kurang.

Penulis hasil riset, Dr. Cody Hollist, ahli terapi pernikahan dan keluarga di University of Nebraska-Lincoln di Amerika mengatakan, kebahagiaan dan kesehatan saling terkait satu sama lain. Tidak ada cara untuk mengetahui apakah pernikahan yang baik ada kaitannya dengan kesehatan yang baik atau sebaliknya. Tetapi sangat jelas bahwa kualitas pernikahan dan kesehatan saling berhubungan.

Guna mengetahui dampak kesehatan terhadap faktor usia, para ilmuwan membagi grup menjadi usia 18-39 tahun dan usia 40-565 tahun. Ada perbedaan antara kedua grup tersebut. Grup usia lebih muda cenderung untuk mempunyai kesehatan yang lebih baik tetapi lebih banyak masalah pernikahan.

Meski demikian, besarnya hubungan antara pernikahan yang bahagia dengan kesehatan yang baik dari kedua grup tersebut membuat para ilmuwan menyimpulkan hasil riset mereka. "Ketika kesehatan memburuk, apakah pernikahan tetap stabil? Yang kami temukan adalah hubungan antara kesehatan dan kebahagiaan dari kedua grup tersebut. Ketika kesehatan bagus, kebahagiaan meningkat," ungkap Dr. Hollist.

Salah satu temuan yang mengejutkan adalah bahwa mereka yang saat dimulai studi mengalami masalah pernikahan dilaporkan mengalami peningkatan kesehatan dari waktu ke waktu. Atas hal tersebut, Dr Hollist mengatakan bahwa orang-orang bertahan dalam situasi yang bervariasi. "Lingkungan yang membuat stres bisa menjadi alarm untuk sebagian orang yang bisa memotivasi sehingga lebih sehat dan menjadi jalan yang lebih adaptif bagi perilaku mereka," kata dia.

DAILY MAIL | ARBA'IYAH SATRIANI

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends:

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions