Pages

Selasa, 24 September 2013

Sindikasi health.okezone.com
Berita-berita Okezone pada kanal Health 
Book your hotel early for a discount!

You can reap the rewards with great discounts at participating Pullman, M Gallery, Grand Mercure, Novotel, Mercure, ibis and Formule 1 hotels.
From our sponsors
Jangan Remehkan Rasa Nyeri Menjalar di Dada
Sep 24th 2013, 04:58

SERANGAN jantung memang tak memiliki gejala pasti yang dirasakan pasien penyakit jantung koroner. Tapi, Anda bisa memerhatikan apabila mengalami rasa nyeri yang menjalar dalam dada.

 
Hal itu seperti disarankan Dr. Dicky Hanafy, SpJP, spesialis jantung dan pembuluh darah dari Bunda Heart Centre, RSU Bunda. Dia menjelaskan bahwa gejala serangan jantung yang khas adalah nyeri dada di daerah kiri atau tengah, disertai rasa tertekan atau tercekik yang menjalar ke lengan kiri, rahang, ulu hati, seperti maag dan panggung. Hal ini harus segera dibawa ke rumah sakit secepatnya bila ada pasien yang mengalami rasa nyeri jenis tersebut.
 
"Nyeri tidak dipengaruhi oleh pergerakan atau tarik napas dalam. Sering disertai dengan keringat dingin atau sesak napas tiba-tiba. Serangan biasanya terjadi lebih dari 20 menit dan tidak sembuh dengan istirahat," katanya di Multi Function Room Plaza Indonesia, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Selasa (24/9/2013).
 
Dia menjelaskan, tidak ada yang bisa menjamin seseorang atau pasien jantung bisa tetap hidup jika mengalami serangan jantung. Banyak yang langsung meninggal sebelum sempat mendapat pertolongan. Namun demikian, sebagian lagi sangat bisa diselamatkan.
 
"Saat seseorang mengalami rasa nyeri di jantung dan menjalar, segeralah dibawa ke rumah sakit agar bisa diupayakan selamat dari maut. Hasil terbaik apabila terapi langsung dilakukan secepatnya dan paling lambat tiga jam setelah serangan. Hal ini untuk mencegah kerusakan otot jantung lebih banyak lagi yang bisa berdampak pada kualitas hidup pasien setelah berhasil selamat dari serangan jantung," tambah pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.
 
Menurut Dr. Dicky, menyelamatkan seseorang dari serangan jantung bukan semata-mata persoalan hidup, namun menjamin kualitas hidup sesudahnya.
 
"Dalam tiga jam pertama belum terjadi kerusakan otot jantung. Tiga jam berikutnya mulai terjadi kerusakan, tetapi belum banyak. Kemudian, enam sampai 12 jam kerusakan bertambah, namun masih bisa diperbaiki. Akan tetapi, bila sudah lewat dari 12 jam setelah serangan, kerusakan otot jantung sulit dikembalikan dan berdampak pada kualitas hidup pasien. Pasien mudah sesak napas, jantung membesar, dan risiko gagal ginjal pun meningkat. Karena itu, jangan meremehkan rasa nyeri yang menjalar dalam tubuh Anda," tutupnya.
(tty)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends:

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions