BANYAK orang yang tidak menaruh curiga akan dampak dari komplikasi diabetes, seperti gagal ginjal, kebutaan, risiko penyakit kardiovaskular dan serangan jantung. Lantas, bagaimana mencegah penyakit mematikan ini?
Sebuah tim penelitian dari
Harvard School of Public Health mempublikasikan hasil kerja mereka yang menunjukkan bagaimana mengonsumsi buah-buahan berhubungan dengan rendahnya risiko diabetes tipe-2. Ini adalah penelitian pertama yang meneliti konsumsi buah-buahan utuh dengan risiko penyakit.
Penelitian ini mengkaji 187.382 peserta pria dan wanita yang bebas dari diabetes, penyakit jantung, dan kanker pada awal studi tersebut. Para peneliti menggunakan kuesioner diet setiap empat tahun untuk menentukan keseluruhan dan frekuensi konsumsi jus buah.
Secara khusus, tim difokuskan pada konsumsi 10 buah untuk menghasilkan hasil kuisoner mereka, termasuk anggur, buah persik, plum, aprikot, pisang, melon, apel, jeruk, stroberi, dan
blueberry. Pemimpin penelitian, Dr Qi Sun mencatat, buah direkomendasikan sebagai ukuran untuk pencegahan diabetes.
Dia mengatakan, studi sebelumnya telah menemukan hasil yang beragam dari mengonsumsi buah. Sementara, menurutnya penelitian, mereka menyediakan bukti baru yang menunjukkan bahwa buah-buahan tertentu mungkin bermanfaat untuk menurunkan risiko penyakit, terutama diabetes.
"Para ilmuwan menentukan bahwa orang yang makan setidaknya dua porsi setiap pekan, terutama
blueberry, anggur, dan apel dapat mengurangi risiko diabetes tipe-2 sebesar 23 % dibandingkan mereka yang kurang dari 1 porsi per bulan," kata Qi Sun, dikutip
Naturalnews.
Selanjutnya, penelitian ini juga mengatakan bahwa mengonsumsi satu atau lebih porsi jus buah setiap hari meningkatkan risiko diabetes tipe-2 sebesar 21%. Selain itu, peneliti menemukan bahwa mengurangi tiga porsi jus buah per pekan berdampak pada pengurangan risiko 7% diabetes.
"Data kami lebih lanjut mendukung rekomendasi saat ini pada peningkatan konsumsi seluruh buah-buahan, tetapi tidak dengan jus buah sebagai ukuran pencegahan diabetes. Selain itu, temuan baru kami dapat membantu memperbaiki rekomendasi ini untuk memfasilitasi pencegahan diabetes," tutupnya.
(tty) This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: