Jakarta, Tubuh lumpuh dari leher ke bawah tidak membuat Victor Morris berhenti melakukan hobinya, yakni menembak dengan senapan. Dia memiliki senapan dengan rancangan khusus yang memungkinkannya menembak dengan menggunakan bagian tubuh yang masih bisa bergerak, lidahnya.
Victor Morris, pria 53 tahun asal Aberaeron, West Wales, menjadi tunadaksa setelah mengalami kecelakaan saat bermain rugby 24 tahun yang lalu. Meski demikian, ia tidak pernah kehilangan semangatnya. Bahkan, ia telah berhasil mengalahkan penembak berbadan sehat lainnya dalam kompetisi internasional.
"Saya putus asa untuk bisa menembak lagi, tapi tidak pernah berpikir saya akan melakukannya. Setelah kecelakaan itu, saya pikir tidak pernah dapat menggunakan senapan lagi. Itu adalah hal yang sulit untuk berdamai. Saya sangat senang bisa kembali melakukan sesuatu yang saya cintai," tutur Victor Morris, seperti dikutip dari Odditycentral, Jumat (7/4/2014).
Cinta Victor pada olahraga menembak bermula ketika ia berusia 12 tahun. Dia ikut kompetisi pada usia 15 tahun dan mewakili Wales selama 10 tahun di kontes menembak merpati. Dia berusia 29 tahun ketika peristiwa tragis terjadi, saat bermain rugby untuk Lampeter melawan Llandarcy.
"Saya pergi ke scrum dan hal berikutnya yang saya tahu saya mendengar suara yang mengerikan, tiga retakan. Saya ingat sedang ditandu keluar. Itu saja. Saya lumpuh dari leher ke bawah. Itu tidak menyakitkan, saya hanya merasa mati rasa. saya tidak bisa merasakan apa-apa," ujarnya.
Senapan khusus Victor dirancang oleh John Kelman, seorang pelatih menembak dari Carmarthen. Ayah Victor, Aubrey, telah mendekati Kelman untuk mendapatkan solusi, dan saat itulah dia datang dengan 'ide aneh' yang melibatkan bagian-bagian mobil tua.
Perangkat senapan khusus tersebut bekerja dengan memasangkan senapan udara pada gardan mobil dan dipicu dengan mekanisme listrik. Victor mengaktifkan mekanisme menggunakan lidahnya, mengatur perangkat agar bisa gerak.
"Senapan berada pada tripod dan ada perpanjangan di belakangnya. Saya dapat mengontrol senapan dengan dagu dan menggunakan lidah saya untuk menekan pemicu khusus. Saya ingin menembak lagi, jadi saya senang mulai bekerja dengan John. Dia membuat sebuah senapan untuk saya, yang berarti saya bisa menembakkan senapan udara. Saya telah mulai mengambil bagian dalam kompetisi lagi," jelas Victor.
Victor Morris (Foto: Nick Pritchard/Medavia)
Victor Morris (Foto: Nick Pritchard/Medavia)
(
mer/vit)