Pages

Minggu, 30 Maret 2014

Sindikasi health.okezone.com
Berita-berita Okezone pada kanal Health 
Book your hotel early for a discount!

You can reap the rewards with great discounts at participating Pullman, M Gallery, Grand Mercure, Novotel, Mercure, ibis and Formule 1 hotels.
From our sponsors
Agar Anak Tak Kecanduan Permen, Cokelat, & Es Krim
Mar 30th 2014, 07:41

TAK disangkal lagi anak-anak adalah pecinta gula sejati. Hampir semua anak kecil menyukai permen, es krim, cokelat dan makanan manis lainnya.


Bila dikonsumsi sewajarnya, "si manis" ini tak jadi masalah, tapi jika berlebihan bisa juga membahayakan, lho moms! Selain merusak gigi, obesitas juga penyebab turunnya kemampuan otak si kecil.

Tak ingin kan buah hati Anda menjadi ketagihan "si manis"? Yuk, moms atur asupan gula yang masuk ke tubuh si kecil. Simak tip dari dr. Frieda Handayani Sp.A, dirilis Mom & Kiddie.

Jangan Jadikan Kebiasaan!

Apakah moms selalu jadikan permen, es krim, cokelat sebagai "senjata" untuk menyogok si kecil saat ia rewel atau ngambek. Atau makanan-makanan manis ini selalu menjadi buah tangan ketika Anda pulang dari bepergian? Jika hal ini hanya sesekali nggak masalah. Namun, bila dijadikan sebagai kebiasaan sebaiknya segera dihentikan.  

Memang, rasanya yang manis menimbulkan kesenangan tersendiri bagi yang memakannya, terutama si kecil. Makanan-makanan manis ini jika sering diberikan akan menimbulkan efek ketagihan. Jika dibiarkan tentu akan berdampak pada kesehatan si kecil nantinya. Ingat moms, sesuatu yang berlebihan itu tidak baik.

Dampak Negatif

Perlu moms ketahui makanan-makanan manis ini penyumbang kerusakan gigi terbesar setelah antibiotik. Anak yang suka mengonsumsi makanan manis akan mengalami kerusakan gigi, karena gula akan menjadi media pertumbuhan bakteri. Jika setelah mengonsumsi makanan manis anak tidak langsung membersihkan giginya, maka bakteri akan menempel dan berkembangbiak sehingga membuat gigi mengalami kerusakan seperti gigi berlubang dan karies.

Selain itu, kebanyakan mengonsumsi makanan manis yang mengandung gula dan kalori tinggi juga bisa membuat anak mengalami berat badan berlebih sehingga menyebabkan obesitas atau kegemukan.

Banyak mengonsumsi makanan manis juga membuat gula darah menjadi tinggi, sehingga anak akan merasa kenyang dan berujung malas untuk mengonsumsi makanan sehat. Misal, daging yang mengandung protein atau buah dan sayur yang mengandung vitamin dan mineral. Hal tersebut bisa membuat tubuh anak menjadi lebih mudah terserang penyakit karena kurangnya asupan gizi yang baik. Apalagi jika anak banyak mengonsumsi makanan manis dan dibarengi dengan gaya hidup yang tidak sehat, lama kelamaan anak bisa berisiko mengalami diabetes.

Selain itu, makanan-makanan manis akan meningkatkan kadar gula darah naik dalam sekejap. Fluktuasi ini menyebabkan tidak stabilnya pasokan energi ke otak, yang berakibat turunnya kemampuan konsentrasi, mudah tersinggung, dan kelelahan.

Sifatnya yang menenangkan membuat tubuh mudah mengantuk beberapa jam setelah makan. Tubuh manusia juga butuh waktu lebih lama untuk mencerna makanan manis yang mengandung gula dan lemak hingga kerja otak akan melambat.

Konsumsi gula dalam jumlah berlebihan juga mengganggu penyerapan beberapa zat gizi, sistem kekebalan tubuh tertekan, juga penurunan kemampuan tubuh mengatur kadar gula dalam darah.  

Waspadai Kondisi Anak

Untuk menghindari berbagai penyakit yang bisa dialami anak karena terlalu banyak mengonsumsi makanan manis, maka orangtua harus waspada pada anak ketika melihat komposisi makanan anak yang sudah tidak seimbang, misalnya yang awalnya masih mau mengonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat, protein, vitamin dan mineral, menjadi bergeser ke makanan-makanan yang manis atau tidak sehat. Perhatikan juga ketika anak kehilangan nafsu makan atau sudah tidak menyukai mengonsumsi makanan yang alami seperti buah, sayur dan karbohidrat.

Tidak hanya itu, orangtua juga harus waspada ketika anak sudah mengalami masalah berat badan, misalnya anak mengalami kegemukan. Perhatikan juga jika anak sudah mengalami tanda-tanda kerusakan gigi seperti gigi berlubang, karies gigi atau gigi menghitam.

Makanan Manis "Aman" untuk Anak

Walau bagaimana pun makanan manis tentunya dibutuhkan juga oleh anak, karena pada masa pertumbuhan anak membutuhkan kandungan dari rasa manis untuk membangun energi dan perkembangan sarafnya. Jadi, orangtua tidak bisa memutus sama sekali pemberian makanan manis.

Bahkan, Air Susu Ibu (ASI) saja mengandung rasa manis. Namun orangtua bisa memilihkan makanan manis yang baik dan sehat untuk anak. Misal buah yang manis seperti pisang, melon, semangka, sawo, alpukat, jeruk yang manis dan buah lainnya yang mengandung rasa manis. Selain buah, makanan manis lain yang bisa diberikan ke anak yaitu madu.

Beri juga alternatif makanan manis seperti buah kering, smoothie buah segar, cokelat bermutu tinggi yang terbuat dari bubuk kakao, dan yogurt buah. Makanan manis ini mengadung serat dan protein yang dapat mengurangi kadar dampak gula serta mengandung protein dan mineral. (tty)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions