Jakarta, Menanggulangi kurangnya stok darah yang parah di bulan Ramadan, Palang Merah Indonesia (PMI) Pusat telah melakukan berbagai upaya. Salah satunya menyiapkan stok darah mulai dari sebelum bulan Ramadan. Namun stok darah tersebut hanya mampu bertahan selama 4 pekan, sehingga dikhawatirkan tetap kurang.
"Stok darah di bulan puasa itu pasti turun, karena orang yang donor pun juga turun. Salah satu upaya yang dilakukan adalah mengumpulkan stok darah sebelum puasa," ujar Dr dr Yuyun Soedarmono, MSc, Direktur Unit Donor Darah Pusat PMI, kepada detikHealth, Rabu (16/7/2014).
PMI Pusat memang sudah menyiapkan stok darah sekitar 1-2 pekan sebelum bulan Ramadan, namun Dr Yuyun menyebutkan bahwa usia stok-stok darah ini hanya mampu bertahan selama 4 pekan, sehingga jika jumlah pendonor terus menurun, bisa jadi stok yang ada juga makin menipis.
"Sudah mengumpulkan stok darah dari sebelum puasa. Tapi darah itu usianya 4 pekan, jadi biasanya yang jadi masalah (kurang stok darah -red-) pada pekan keempat bulan Ramadan sampai dengan pekan pertama setelah Lebaran," terang Dr Yuyun.
Ya, stok darah yang disiapkan PMI diperkirakan cukup untuk permintaan darah sampai pekan kedua bulan puasa. Namun, faktanya kini stok darah kerap mengalami penurunan, sehingga diimbau pendonor rutin untuk tetap mendonorkan darahnya.
Jika beralasan takut lemas atau tak bisa beraktivitas seperti biasa, Anda bisa mendonorkan darah setelah berbuka puasa karena pelayanan donor di Kantor PMI DKI Jakarta dibuka 24 jam. Selain itu, PMI Pusat juga membuka donor darah di pusat-pusat perbelanjaan, sekolah-sekolah non-muslim dan sejumlah gereja maupun tempat ibadah lainnya.
Jika Anda butuh informasi mengenai stok darah, Anda bisa menghubungi Kantor PMI DKI Jakarta di nomor telepon 021-3906666 (Hunting). Anda juga bisa datang langsung ke Kantor PMI DKI Jakarta yang beralamatkan di Jl Kramat Raya No. 47, Jakarta Pusat.
(ajg/rdn)