Pages

Selasa, 29 Juli 2014

health.detik
Detik.com sindikasi 
Make fitness a way of life

Sign up at a 24 Hour Fitness near you for a 7 day free trial. Join a class and find a community!
From our sponsors
Ngeles Sih Boleh, Tapi Telat Kawin Tetap Ada Risikonya
Jul 29th 2014, 09:14

Jakarta, Terlalu fokus dengan pekerjaan bisa membuat seseorang betah untuk melajang, sampai-sampai lupa memikirkan hidup berkeluarga. Tidak masalah untuk memilih telat menikah, tetapi para ahli mengingatkan bahwa pilihan tersebut bukan tanpa risiko.

Pernikahan di usia yang sudah tidak muda membuat jarak usia antara seseorang dengan anaknya menjadi jauh. Kondisi ini, menurut psikolog dapat mempengaruhi pola asuh yang dilakukan oleh orang tua. Diperlukan penanganan ekstra saat mengasuh anaknya kelak.

Ratih Zulhaqqi, M.Psi, seorang psikolog anak dan keluarga dari Pusat Layanan Tumbuh Kembang KANCIL mengatakan, menikah dan punya anak di usia yang tidak muda lagi harus dibarengi dengan komitmen kuat. Khususnya dalam hal mengasuh anak-anaknya secara maksimal.

Ketika gap usia dengan anaknya terlalu jauh, Ratih mengingatkan bahwa orang tua cenderung lebih emosional dalam mengasuh anak. Dalam beberapa hal, sulit bagi mereka yang sudah telanjur berumur untuk mengimbangi anak-anak saat beranjak muda.

"Ini membuat orangtua kerap menganggap anaknya nakal, padahal saat itu anak sedang berada di tahap bermain," kata Ratih saat dihubungi detikHealth, seperti ditulis Selasa (29/7/2014).

Secara psikologis, tidak ada patokan yang baku tentang usia ideal untuk menikah dan punya anak. Namun pada usia 25 tahun diyakini seseorang sudah cukup matang secara mental untuk memikirkan hidup berumah tangga. Kalau memang sudah siap, tunggu apa lagi?

Baca juga:

Curhat Pembaca: Rajin Tanya Kapan Kawin, Rumah Tangga Sendiri Tak Bahagia | 'Kejar Tayang' Cari Jodoh Cuma untuk Menghindari Pertanyaan 'Kapan Kawin?' | Disampaikan Lewat Kerabat, Justru Ortu yang Penasaran Kapan Anaknya Kawin | Dibanding Laki-laki, Perempuan Lebih Sering Ditanya 'Kapan Kawin?' | Ragam Cara Menghadapi Pertanyaan Jayus 'Kapan Kawin?' | Psikolog: Stop Bertanya 'Kapan Kawin' Saat Lebaran!

(up/up)

Ingin Mendapatkan Rp 500,000 dari detikHealth ? Ceritakan Pengalaman Dietmu di Sini

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.

Media files:
160750_telatdeh.jpg (image/jpg, 0 MB)
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions