Jakarta, Stok darah di bulan Ramadan kian menipis. Banyak pendonor enggan mendonorkan darahnya karena takut membahaykan kesehatan tubuhnya yang sedang berpuasa. Apa kata dokter?
Dr dr Aru Wisaksono Sudoyo, Sp.PD, KHOM, FACP, pakar hematologi dari RS Medistra mengatakan bahwa donor darah tidak memiliki dampak sama sekali pada tubuh orang yang berpuasa.
"Sebenarnya darah kita di tubuh itu ada kira-kira 5000 cc sampai 6000 cc tergantung dari berat badan kita. Diambil 300 cc untuk donor itu tidak berdampak apa-apa pada tubuh. Sebaliknya, 300 cc itu bisa jadi penentu hidup dan mati pasien," kata dr Aru saat dihubungi detikHealth via telepon, Rabu (16/7/2014).
dr Aru menjelaskan bahwa sebenarnya secara medis tidak ada bahaya mendonorkan darah saat berpuasa, begitu pula dengan ibadah puasa itu sendiri. Jika sehabis mendonorkan darah kemudian tubuh terasa sangat lemas atau semakin sulit untuk berpuasa, hal itu disebabkan karena faktor psikologis saja.
"Kita alami tidak makan dan minum itu selama 12 jam saja, tapi habis itu kan makan banyak saat buka dan sahur. Kalau tidak donor karena lemas saat puasa itu cuma masalah keinginan. Diambil 300 cc itu gak ada artinya sama sekali. Kita baru dalam kondisi yang berbahaya kalau berkurang 50 % darah dari tubuh kita," terang dr Aru.
(ajg/up)