Pages

Rabu, 16 Oktober 2013

Sindikasi health.okezone.com
Berita-berita Okezone pada kanal Health 
Want free Kindle ebooks?

Sign up to receive the best freebie Kindle ebook deals in your email every day.
From our sponsors
Polusi Udara Berisiko Buruk bagi Kehamilan?
Oct 16th 2013, 01:42

MELAHIRKAN bayi sehat, wanita hamil tidak saja dituntut mengonsumsi makanan bergizi, tapi juga memerhatikan udara di sekitarnya apakah terpapar polusi atau tidak.

Ya, sebuah penelitian melansir bahwa paparan tingkat rendah sekalipun dari polutan udara selama kehamilan secara signifikan meningkatkan risiko melahirkan bayi kecil.

Penelitian yang diterbitkan dalam The Lancet Respiratory Medicine Journal menemukan bahwa paparan polusi udara meningkatkan risiko bayi yang lahir kurang dari 2,5 kilogram dan mengurangi lingkar kepala mereka.

Risiko ini bahkan meningkat pada tingkat polusi jauh di bawah mereka yang tak dianggap aman oleh Uni Eropa.

Bayi yang lahir dengan berat badan rendah berisiko lebih besar untuk meninggal saat masih bayi. Berat badan rendah juga dikaitkan dengan asma pada masa kanak-kanak dan penurunan fungsi paru-paru pada orang dewasa, sedangkan lingkar kepala bayi dapat memengaruhi perkembangan otak.

Studi ini memberikan perhatian khusus pada partikel halus, tak terlihat oleh mata manusia. Partikel karbon ini dikenal sebagai PM 2,5s yakni sekira satu-30 lembar rambut manusia yang dipancarkan dari berbagai sumber, termasuk asap lalu lintas dan polusi udara industri.

Para peneliti memerkirakan bahwa untuk setiap kenaikan 5 mikrogram per meter kubik pada paparan partikel ini selama kehamilan, risiko berat badan lahir rendah pun meningkat sebesar 18 persen.

Para peneliti mengatakan bahwa jika kadar PM 2,5s dikurangi menjadi 10 mikrogram per meter kubik, lebih dari satu dari lima kasus berat badan lahir rendah dapat dicegah. Batas kualitas udara tahunan Uni Eropa saat ini ialah 25 mikrogram per meter kubik.

"Temuan kami menunjukkan bahwa sebagian besar kasus berat badan lahir rendah bisa dicegah jika polusi udara perkotaan, khususnya partikulat halus berkurang,"kata pemimpin penulis, Dr Marie Pederse, dari Centre for Research in Environmental Epidemiology di Spanyol.

Dia menambahkan bahwa di beberapa negara polusi udara dapat menimbulkan risiko lebih besar dengan berat badan bayi rendah dengan kondisi ibunya merokok selama kehamilan.

Penelitian ini mengumpulkan data dari selusin negara-negara Eropa dan melibatkan lebih dari 74 ribu wanita yang melahirkan antara 1994-2011. Lebih dari 10 ribu wanita berasal dari Bradford di Inggris.

Profesor John Wright, Direktur Penelitian di Bradford Institute for Health Research mendesak para pembuat kebijakan untuk berpikir ulang mengenai batas polusi.

"Kita bisa berhenti merokok, mengurangi alkohol dan mengubah pola makan Anda, dan wanita hamil sangat disarankan melakukan semua hal tersebut. Tapi kita tak bisa mengubah udara yang kita hirup. Diperlukan intervensi politis dan sosial yang lebih,"katanya, seperti dilansir The Independent. (ind)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends:

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions