Pages

Selasa, 15 Oktober 2013

Sindikasi health.okezone.com
Berita-berita Okezone pada kanal Health 
Ready to move beyond the basics?

Enroll in this advanced DSLR course to explore more creative scenarios, image editing, and videography.
From our sponsors
Bayi Sering Pilek, Apa Penyebabnya?
Oct 15th 2013, 02:12

SERANGAN pilek seringkali menyerang bayi. Tak jarang, pilek yang dialaminya tak lekas sembuh. Lantas, apa penyebab gangguan kesehatan tersebut dan bagaimana mengatasinya?

Saat anak sakit, orangtua cenderung khawatir dengan kesehatan bayinya. Meski hanya serangan pilek, namun orangtua dibuat pusing dengan cara untuk meredakan pileknya karena tak kunjung sembuh. Berikut paparannya, seperti dikutip dari Tabloid Mom & Kiddie.

dr. Frieda Handayani, SpA dari RSIA Evasari mengatakan bahwa pilek pada bayi dapat disebabkan oleh beberapa faktor, seperti infeksi virus (rhinovirus), paparan bahan alergi, dan bisa juga bagian dari gejala flu. Bayi bisa terserang pilek karena sistem kekebalan tubuhnya belum sempurna sehingga lebih rentan tertular penyakit. Selain itu, selama masa pertumbuhan dan perkembangannya, tangan bayi sering menyentuh benda di sekitarnya dan memasukkan ke dalam mulutnya sehingga virus mudah masuk. Juga, bayi bisa tertular pilek dari orang dewasa yang mengalami batuk pilek di sekitarnya.

Pilek vs Flu

Pilek biasanya lebih ringan daripada flu. Dimulai dengan rasa gatal di hidung dan tenggorokan, bersin, hidung mulai berair, dan hidung tersumbat oleh lendir. Diperkirakan, bayi mengalami pilek sebanyak 4 – 8 kali setiap tahun.

Begitu pun, dengan flu (influenza) memiliki gejala yang sama dengan pilek. Hanya saja, seringkali disertai demam tinggi, menggigil, nyeri otot, dan batuk kering. Penyakit yang menyerang saluran pernapasan ini disebabkan oleh virus dan sangat menular.

Terdapat tiga tipe virus influenza, yakni tipe A, B, dan C. Namun, kebanyakan wabah flu disebabkan oleh virus tipe A dan B saja. Namun, influenza yang berat dapat menyebabkan infeksi telinga dan radang paru.

Aturan Menjemur Bayi

Memang, menjemur bayi dapat membantu mengurangi pileknya. Waktu yang paling tepat untuk menjemur bayi adalah pagi hari antara pukul 07.00 – 08.30 WIB, kurang lebih selama 15 menit.
Agar tidak terlalu kepanasan, lindungilah mata bayi dengan menggunakan kain. Upayakan agar sinar matahari datang dari arah belakang tubuhnya. Bila cuaca berangin, Moms bisa menjemur bayi di dalam ruangan berkaca dengan menggunakan kain tipis.

Inhalasi

Penguapan (inhalasi) aman dilakukan pada bayi bila sesuai dengan aturannya. Inhalasi dapat membantu mencairkan lendir yang mengental dalam saluran napas. Namun demikian, bila belum pernah melakukan penguapan, mintalah bantuan dari tenaga kesehatan.

Inhalasi sederhana dapat dilakukan di rumah. Caranya dengan menyediakan air hangat dalam baskom dan menambahkan beberapa tetes mentol atau minyak kayu putih agar uap hangat dapat dihirup oleh bayi.

Sebenarnya, penanganan pilek ringan pada bayi adalah dengan memberinya asupan cairan yang cukup dan istirahat, tidak perlu menggunakan obat-obatan. Namun, jika pilek bertambah parah disertai gejala demam tinggi, batuk, dan sesak, maka pemberian obat dapat dipertimbangkan - tentunya setelah konsultasi dengan dokter.
 
(ind)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends:

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions