Posted: 16/10/2013 15:35
tokeofthetown.com
Liputan6.com, Jakarta : Seorang peneliti di Inggris, Dr Wai Liu baru-baru menuai kontra karena penelitiannya terhadap ganja. Menurutnya, bagian ganja yang bersifat non-halusinogen dapat dijadikan obat anti-kanker yang sangat efektif.
Berita Terkait
"Selain memiliki efek samping halusinasi, ganja juga memiliki sifat anti kanker. Dalam penelitian, saya menemukan bahwa ganja dapat menghentikan sel kanker dan mencegahnya tumbuh. Dalam beberapa kasus, pada dosis tertentu, ganja dapat menghancurkan sel-sel kanker," kata Dr Wai, seperti dikutip laman Theregister, Rabu (16/10/2013).
Para peneliti telah lama mempelajari efek bahan aktif utama dalam ganja yaitu tetrahydrocannabinol (THC). Zat ini bertindak melawan kanker, namun memiliki kelemahan yaitu seorang dapat menjadi seorang halusinogen kuat.
Maka itu belum ada banyak penelitian terkait senyawa lain yang ditemukan dalam ganja karena terlalu banyak anggapan ilegal.
Tapi sekarang Liu dan rekan-rekannya di St George Hospital Medical School telah menguji zat tersebut. Dan hasilnya, THC dapat menyembuhkan kanker darah atau leukemia.
"Dari enam kandungan pada ganja yang dipelajari, masing-masing menunjukkan sifat anti-kanker seperti pada THC. Namun studi ini meneliti dua bentuk cannabidiol (CBD), dua bentuk cannabigerol (CBG) dan dua bentuk cannabigevarin (CBGV). Ini merupakan ganja yang paling umum ditemukan dalam tanaman. Satu hal lagi, secara signifikan, senyawa ini murah dan jauh lebih efektif untuk anti kanker sehingga bisa menjadi obat di masa depan," tambahnya.
(Fit/Mel)
Berita Rekomendasi
This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: