West Midlands, Tanpa petunjuk dan resep dokter, jangan coba-coba menangani keluhan dengan sembarang minum obat. Jika dikonsumsi sembarangan, obat bisa menyebabkan berbagai efek samping termasuk kematian karena over dosis. Demikian yang dialami Jason Nock (41), pria yang meninggal overdosis karena minum obat insomnia yang dibelinya secara online.
Nock telah menderita insomsia selama bertahun-tahun dan kerap melewati malam tanpa tidur. Merasa tersiksa dengan gangguan tidur yang dialaminya, ia lantas mengonsumsi obat insomsia secara tidak teratur. Kadang ia meminumnya, terkadang tidak.
Pria itu meninggal setelah sebelumnya menenggak obat seperti morfin yang dapat membantunya tidur lelap. Ia mendapatkan obat insomnia dari situs online tanpa rekomendasi atau resep dokter.
Meninggalnya Nock terjadi 17 Agustus tahun lalu. Pagi itu Istri Nock, Lea Maninang, harus mematikan alarm karena suaminya tidak kunjung bangun. Ia lantas melarikan suaminya ke Rumah Sakit Russells Hall. Namun kemudian, Nock dinyatakan meninggal karena over dosis. Nock meninggalkan istrinya berserta seorang putri yang masih berusia satu tahun.
Pemeriksaan mengindikasikan kadar obat dalam darah Nock hampir lima kali dosis batas. Dari pemeriksaan diketahui bahwa kadar obar dalam darahnya adalah 4,46 miligram per liter. Padahal, kadar 0,81-0,99 miligram per liter saja sudah berakibat fatal. Demikian ungkap Dr Sixto Batitang, konsultan ahli patologi rumah sakit, kepada petugas penyelidik.
Dari istrinya, diketahui bahwa Nock telah beralih ke obat buatan setelah bertahun-tahun dilanda insomnia. Dan meski Nock membeli obat secara online, ia bukan seorang pecandu.
"Dia memesan dari internet dan mereka mengirimkannya. Aku tahu ia mengonsumsi obat-obat itu sejak aku pindah bersamanya pada tahun 2012," ungkap Maninang sebagaimana dikutip dari Daily Mail, Sabtu (11/1/2014).Next
(
vit/vit)