LANTARAN Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) merupakan payung pelayanan kesehatan masyarakat Indonesia, evaluasi menjadi bagian penting agar tujuan JKN mampu mengakomodir kebutuhan kesehatan masyarakat Indonesia. Lantas, bagaimana implementasi JKN sejauh ini?
Menurut dr. Lily S. Sulistyowati, MM, Kepala Pusat Promosi Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI, evaluasi dari bergulirnya sejauh ini sudah berjalan dengan baik tapi memang tetap ada yang harus dibenahi.
Untuk itu, Kemenkes RI masih terus meninjau, dan menampung keluhan serta saran sekaligus sambil meningkatkan pelayanan, agar masyarakat puas dengan pelayanannya. Seperti yang diketahui, penerapan JKN merupakan upaya memberikan pelayanan kesehatan yang sebisa mungkin terselesaikan pada tingkat dasar (Puskesmas, klinik). Tanpa perlu harus selalu pergi ke rumah sakit. Oleh karenanya, terus meningkatkan pelayanan kesehatan primer hal yang harus dilakukan.
"Untuk evaluasi, JKN ini masih baru bergulir. Yang jelas sambil berjalan masih tetap kita monitor, khususnya yang saya lihat, upaya untuk meningkatkan pelayanan di sektor pelayanan primer," katanya saat ditemui oleh Okezone dalam acara yang bertema Temu Media & Workshop Pengendalian Hipertensi dengan Kementerian Kesehatan RI, Novartis dan PKEKK Universitas Indonesia, Gedung Kemenkes RI lantai 3, baru-baru ini.
Adapun masih adanya hal yang harus dibenahi merupakan hal wajar mengingat bergulirnya JKN sendiri merupakan pencapaian luar biasa bagi Indonesia. Dimana dalam waktu singkat dan dengan jumlah masyarakat yang banyak, sudah bisa mewadahi pelayanan masyarakat seluruh Indonesia. (ind)