Jakarta, Hipertensi sering dikaitkan dengan tekanan darah yang tiba-tiba melonjak tinggi. Sebagian besar masyarakat menganggap jika tekanan darahnya tinggi, berarti orang tersebut mengidap hipertensi. Padahal menurut dokter tidak seperti itu lho.
Tekanan darah normalnya berada pada angka 120/80. Namun jika tekananan darah Anda di atas normal, jangan buru-buru langsung ke dokter. Menurut dokter, seseorang tidak bisa langsung didiagnosis hipertensi hanya dengan satu kali cek tekanan darah.
"Penyebab tekanan darah naik kan macam-macam. Bisa stres, letih, habis berolahraga itu tekanan darah pasti naik," terang Dr dr Yuda Turana Sp.S pada detikHealth usai acara Konferensi Pers The 8th annual scientific meeting of Indonesian society Hypertension di Hotel Ritz-Carlton, Kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (7/3/2014).
Menurutnya, diagnosis hipertensi tidak bisa dilakukan hanya dengan satu kali pengecekan tekanan darah. Untuk mengetahui apakah seseorang terkena hipertensi atau tidak, harus dilakukan pengecekan secara mendalam pada tubuh orang tersebut.
Proses pertama adalah pengecekan tekanan darah yang dilakukan secara rutin selama minimal satu minggu pada di waktu yang sama. Setelah angka tekanan darah selama satu minggu tersebut dirata-rata, barulah diketahui apakah orang tersebut mengidap hipertensi atau tidak.
"Jika setelah dirata-rata angka tekanan darahnya di atas 140 atau 150, kemungkinan besar hipertensi," papar Dr Yuda yang menjabat sebagai ketua pelaksana pertemuan tersebut.
Namun jika dirasa kurang yakin, Anda dapat periksa ke dokter untuk mengetahui ciri lain dari hipertensi. Prof Dr dr Suhardjono, SpPD-KGH,KGer mengatakan bahwa hipertensi tidak mempunyai gejala khusus, namun tetap berbahaya.
Guru besar spesialis penyakit dalam tersebut mengatakan bahwa hipertensi adalah silent killer, di mana penyakit ini tidak mempunyai gejala khusus namun merusak organ dalam tubuh manusia tanpa diketahui.
"Bisa saja tekanan darah normal tapi dinding jantungnya sudah tebal, pembuluh darahnya tebal dan fungsi ginjalnya sudah menurun. Itu kan tidak kelihatan, harus diperiksa dokter," pungkas pria yang akrab disapa Prof Jon tersebut pada kesempatan yang sama.
(vit/vit)