BEBERAPA perancang ternama di India seperti Lecoant-Hemant, Anita Dongre, dan Samat Chauhan telah mempromosikan koleksi busana yang ramah lingkungan.
Beberapa ahli mengapresiasi hal ini, dan beramai-ramai untuk memilih kain organic, di mana pasaran busana saat ini sangat menggandrungi kain sintetis yang menyebabkan alergi pada kulit.
Andree Pouliot, selaku Direktur kreatif dari Soma Blockprints Pvt. Ltd, mengatakan pakaian dengan bahan dasar sintetis, bisa menyebabkan penyakit pernapasan dan alergi pada tubuh dan kulit.
"Material katun, banyak disukai oleh masyarakat dunia. mereka menggunakan bahan tersebut untuk dijadikan koleksi apapun, pakaian dan perabotan rumah tangga. Katun organik yang lembut bisa dibuatkan pakaian yang bisa dikenakan oleh bayi," kata Pouliot.
Bahan kimia berbahaya biasa digunakan untuk ragam pakaian, seperti kain sintetis. Pouliot mengatakan, pewarnaan yang terdapat pada serat katun organik menggunakan bahan kimia reaktif dan warnanya bisa bertahan lebih lama. Hal tersebut, sangat berbahaya bagi kulit dan pernapasan karena baunya yang menyengat.
"Metode Tie Dye banyak yang tidak menggunakan pewarnaan alami, banyak produk pewarnaan yang ramah lingkungan selain tinta tekstil dari plastic dan akrilik yang rentan terhadap kulit," jelas Pouliot.(ren)
(tty)
This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: