SELAMA ini, istilah probiotik hanya dikenal sebagai pelancar sistem pencernaan. Namun, lebih itu, probiotik dalam tubuh berperan penting untuk kesehatan ibu yang sedang hamil dan bayi.
Probiotik yang merupakan kuman baik dalam tubuh ini berperan meningkatkan imunitas tubuh. Hal ini akan meminimalisir kemungkinan tubuh terserang infeksi atau kuman penyakit. Seorang ibu yang probiotik dalam tubuhnya cukup, akan memiliki tingkat kesehatan diri yang lebih baik dibandingkan ibu yang tidak. Selain itu, air susu ibu tersebut juga berguna untuk sang bayi agar terhindar dari berbagai macam penyakit seperti alergi, diare dan asma.
"Ada bukti bahwa peningkatan asma, eksim dan alergi pada anak-anak Selandia Baru berhubungan dengan lingkungan yang lebih bersih, di mana ada kurang kontak dengan bakteri tertentu,"kata peneliti utama, Profesor Ed Mitchell.
"Dalam studi ini kami ingin melihat apakah pemberian probiotik untuk wanita hamil dan menyusui dapat mencegah alergi pada anak usia dini. Kami juga ingin melihat apakah mengonsumsi probiotik meningkatkan risiko diabetes gestastional,"tambahnya.
Ia menjelaskan, dalam penelitian wanita sedang hamil 14-16 minggu yang setuju mengambil bagian dalam studi ini akan dialokasikan secara acak ke kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Mereka akan dipilih secara acak menggunakan komputer.
Lebih lanjut, kedua kelompok diberikan kapsul yang harus diminum setiap hari dari The Fonterra Research Centre. Kapsul yang diberikan kepada kelompok intervensi akan berisi HN001 probiotik, sedangkan kelompok kontrol akan diberikan kapsul berisi plasebo.
Selanjutnya, pada awal penelitian peserta ditanya mengenai kehamilan, kebiasaan merokok dan riwayat kesehatan mereka, serta diberikan asupan tiga bulan pertama kapsul. Kemudian, mereka akan diberi asupan baru setiap tiga bulan selama kehamilan dan setelah melahirkan sampai berhenti menyusui, atau bila bayi sudah mencapai usia enam bulan. Sementara, bayi mereka tidak diberikan probiotik.
Kemudian, saat itu peneliti melakukan kunjungan tindak lanjut di 27-29 minggu kehamilan, 3-7 hari setelah kelahiran dan pada 3, 6 dan 12 bulan setelah kelahiran. Sementara, pada bulan ke 12 kunjungan bayi akan menilai eksim dan alergi. (ind)
This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: