Pria yang ingin menikah (Foto: Google) MEMILIKI komitmen untuk menikah merupakan suatu tantangan pria. Maka dari itu pria kadang berfikir ulang saat didesak wanita untuk segera menikahinya. Sebagian pria memiliki kekhawatiran besar saat melangkah menuju pelaminan. Lantas apa sih alasan pria takut untuk menikah. Berikut adalah beberapa hal yang pria takuti tentang pernikahan, seperti dilansir redbookmag.
"Saya khawatir kami akan berhenti melakukan hubungan seks."
Ini adalah ketakutan utama pria. Cara terbaik untuk terus mempertahankan kehidupan seks yang mengagumkan adalah, melakukan hubungan seks. Walaupun mungkin terdengar tidak romantis untuk menjadwalkan hubungan seks, para ahli setuju bahwa hal itu dapat membantu Anda melalui karier yang sibuk, stres, dan anak-anak. Walaupun Anda tidak merasakan, seks mungkin adalah apa yang Anda butuhkan untuk membuat percikan tetap menyala. "Tentu saja seks adalah tentang mengekspresikan cinta Anda untuk satu sama lain, tetapi juga dapat menjadi cara untuk melalui ketegangan dan menghilangkan stres," kata seksolog dan penulis The New Monogamy, Tammy Nelson, Ph.D.
"Apakah saya sudah melakukan cukup hal dalam pernikahan saya?"
Pria khawatir bahwa mereka tidak cukup berusaha dalam hubungan mereka dan sebagai akibatnya, Anda akan merasa muak atau bosan. Untungnya, cara terbaik untuk mengatasi ketakutan ini adalah memerhatikan satu sama lain, kata Marcia Naomi Berger, Ph.D., terapis perkawinan dan keluarga dan penulis Marriage Meeting for Lasting Love. "Mengetahui ada waktu untuk berbicara tentang stres kecil yang muncul dapat membantu Anda menangani kebanyakan situasi sebelum mereka berubah menjadi masalah yang lebih besar."
"Bagaimana jika kami menghadapi masalah dan tidak bisa mengatasinya?"
Melihat pasangan lain melewati masa-masa sulit-penyakit, kematian, perselingkuhan, finansial-bisa membuat pria bertanya-tanya bagaimana Anda dan dia akan bereaksi jika hubungan Anda diguncang situasi yang sama. Ini dapat membuat siapapun panik, itulah sebabnya mengapa meyakinkan pasangan secara teratur bahwa Anda selalu disisinya sangat baik dalam menjaga hubungan, kata Berger. Dan tahu bahwa jika Anda sudah melalui hal-hal kecil - tidak tidur usai memiliki anak, ibu mertua yang sombong dan mengganggu, cicilan rumah - Anda sudah dapat naik menangani masalah apapun.
"Bagaimana jika kami berhenti tertarik terhadap satu sama lain?"
Para ahli setuju Anda bisa menghindari hal ini dengan memberi pujian setiap hari dan membuat sesi bercinta menjadi kebiasaan. Melakukan hal ini akan meniru apa yang Anda rasakan ketika Anda mulai berkencan dan membantu menjaga romantisme tetap hidup di tengah-tengah rutinitas sehari-hari, kata Dylan Thrasher, pakar hubungan dan penulis How to Finda and Create Lasting Love. Pilihan lain: double date. Sebuah studi dari Wayne State University menemukan bahwa double date memberi Anda kesempatan untuk melihat pasangan Anda melalui mata orang lain, hal itu dapat bermanfaat bagi hubungan Anda. Dengan kata lain, melihat teman Anda di tepi kursi mereka ketika suami Anda menceritakan petualangan backpacking-nya akan mengingatkan Anda untuk tidak mematikan semangatnya yang bebas begitu saja.
"Bagaimana jika kami berhenti tertawa?"
Tertawa benar-benar dapat mempererat pernikahan. Namun karena sulit untuk menemukan sesuatu yang lucu tentang tumpukan tinggi cucian atau serangga yang mengganggu rumah, penting untuk memiliki lelucon atau sekedar tertawa terbahak-bahak ketika hidup menjadi konyol, kata Thrasher. Dan pastikan ada momen kecil seperti menulis puisi lucu dengan magnet kulkas, membayangkan jenis kucing mana yang memiliki aksen ketika berbicara dapat membantu Anda tetap tersenyum.
"Bagaimana jika kita tidak benar-benar soulmate?"
Tekanan untuk memanggil suami sebagai "belahan jiwa" bisa menjadi hal yang menakutkan, terutama ketika Facebook, Twitter, dan Instagram menjadi cara mudah untuk dihadapkan pada hubungan masa lalu. Bahkan, sebuah studi pada tahun 2013 di University of Missouri menemukan bahwa penggunaan Facebook yang berlebihan dapat merusak hubungan. Hindari godaan dengan mencoba untuk tidak menjadi terlalu gila di media sosial, dan tetap terhubung dengan suami Anda dengan mendiskusikan semua hal yang Anda telah lalui bersama-sama. Pengalamanlah - bukan nasib/takdir - yang menempa hubungan, dan semakin Anda ingat apa yang Anda nikmati dan lalui.
"Kadang-kadang saya khawatir dia lebih mencintai anak-anak daripada saya."
Hal ini terjadi secara tidak sengaja ketika suami Anda tidak dilibatkan dalam mengambil keputusan mengenai anak-anak, kata para ahli. Pastikan jika Anda dan suami adalah orantua yang menyatu - dan Anda berdua tahu apa yang terjadi dengan anak - dan memastikan bahwa ia merasa Anda berdua adalah satu kesatuan, kata Berger. Dan, tentu saja, prioritaskan kencan malam reguler dan minta tolong nenek menjaga anak-anak di akhir pekan sementara Anda berdua berlibur singkat.
"Bagaimana jika kami tidak berada dalam halaman yang sama?"
Mulailah dengan berbicara secara teratur tentang impian dan tujuan serta menjadikannya prioritas - dan jangan halangi atau mengubur keinginan suami yang di luar jangkauan atau konyol. "Pasangan harus terbuka dan benar-benar transparan tentang tujuan jangka panjang," kata Barbie Adler, pakar hubungan dan pendiri Selektive Search, sebuah perusahaan perjodohan. Itu berarti biarkan dia tahu bahwa Anda sudah mencari-cari program sekolah pascasarjana dan benar-benar mengeksplorasi bagaimana Anda bisa menyisihkan anggaran untuk membeli rumah danau yang ia impikan. Ketika memvalidasi hal itu dan tahu dapat berbicara tentang apa pun, Anda dan dia membuka jalan untuk tumbuh bersama.
"Cerai. Bahkan kata itu dapat membuat saya menggigil."
Perceraian adalah hal yang menakutkan - terutama ketika Anda melihat hal itu terjadi di lingkaran sosial Anda. Bahkan, sebuah studi pada 2013 menemukan bahwa orang yang memiliki teman dekat atau saudara yang sudah bercerai lebih mungkin untuk mengalami hal serupa. Itu sebabnya para ahli sepakat untuk mengelilingi diri Anda dengan pasangan bahagia yang benar-benar terikat satu sama lain.
"Bagaimana jika salah satu dari kami meninggal?"
"Sampai kematian memisahkan kita" terdengar romantis ... sampai Anda benar-benar berpikir tentang sekarat. Tapi ada kabar baik. Sebuah studi dari Brigham Young University menemukan bahwa pernikahan bahagia benar-benar dapat membantu menjaga kedua belah pihak sehat. Selain itu, lakukan pemeriksaan rutin. (ren)
Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda. This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.