Pages

Rabu, 25 Juni 2014

health.detik
Detik.com sindikasi 
Clear Your Inbox Today

FollowUp.cc is a simple and easy tool to help your Inbox be more productive. FollowUp.cc works on any email system and any device - No login and no special software
From our sponsors
Lakukan Foreplay Bersama-sama Agar Hubungan Seks Tak Monoton
Jun 25th 2014, 03:01

Jakarta, Kegiatan pemanasan sebelum bercinta atau yang lazim disebut foreplay membuat pasangan menjadi lebih mudah mendapatkan kenikmatan setelah berhubungan seksual. Sentuhan di daerah sensitif, kata-kata manis hingga ciuman dan gigitan dikatakan seksolog membuat kegiatan bercinta menjadi lebih bergairah.

Memang jika tak melakukan foreplay, wanita akan lebih sulit mendapatkan kepuasan. Bahkan malah merasakan nyeri dan perih di daerah vagina karena lubrikasi yang tak maksimal. Jika sudah begitu, pria pun disalahkan karena sering lupa atau tidak melakukan foreplay dengan benar.

Padahal menurut seksolog Prof Dr dr Wimpie Pangkahila SpAnd, FAACS, seharusnya foreplay tidak hanya menjadi tanggung jawab pria saja, melainkan tanggung jawab kedua belah pihak termasuk wanita.

"Hubungan seks itu kan dilakukan oleh kedua pihak, bersama-sama. Jadi tentu bukan hanya tanggung jawab dari pria saja, melainkan wanita juga. Selain sebagai pemanasan, foreplay juga dilakukan untuk variasi agar hubungan seksual tidak monoton," tutur profesor yang juga Guru Besar dari Departemen Andrologi dan Seksologi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, Bali tersebut ketika dihubungi detikHealth.

Senada dengan Prof Wimpie, konsultan seksologi detikHealth yang juga pengajar di Universitas Tarumanegara, dr Andri Wanananda, MS mengatakan bahwa memang bukan hanya pria yang harus melakukan foreplay. Foreplay memang harus dilakukan secara bersamaan, meski memang waktu untuk terangsang bagi pria dan wanita berbeda.

"Masalahnya, siklus reaksi seksual berlangsung bertahap, tidak bisa langsung mencapai orgasme (puncak kenikmatan)," terang dr Andri.

Lebih lanjut, dr Ferryal Loetan, ASC&T, SpKFR, MKes dari Klinik Kamar Sutera tak menampik bahwa foreplay memang seharusnya dilakukan oleh pasangan secara bersama-sama. Anggapan pria harus lebih aktif ketika melakukan foreplay muncul karena memang wanita memiliki waktu yang lebih lama untuk terangsang daripada laki-laki. Sehingga jika hubungan seks dilakukan secara terburu-buru, wanita sulit mendapatkan orgasme.

"Wanita memang membutuhkan waktu lebih panjang untuk terangsang ya. Beda dengan laki-laki yang terkadang disenggol sedikit sudah tegang. Makanya memang melakukan foreplay ke wanita harus dilakukan dengan teknik yang tepat," ujar dr Ferryal berseloroh ketika dihubungi detikHealth dan ditulis Rabu, (25/6/2014).

(up/up)

Ingin Mendapatkan Rp 500,000 dari detikHealth ? Ceritakan Pengalaman Dietmu di Sini

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.

Media files:
095423_bedtsluar.jpg (image/jpg, 0 MB)
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions