Pages

Jumat, 07 Maret 2014

Berita Dunia Kesehatan Terbaru, Tips Posisi Seks, Cara Diet Sehat
Berita Kesehatan Liputan6.com menyajikan kabar terbaru dunia kesehatan, tips hidup sehat, cara diet alami hingga posisi gaya seks terpopuler 
Teach your child to read.

Save 20% now with Hooked on Phonics! Enter 'SAVE20' at checkout.
From our sponsors
Dokter Makin Ragu Ganja Bisa Jadi Obat yang Aman
Mar 7th 2014, 09:00

Liputan6.com, Jakarta Setelah beberapa waktu sempat ada penelitian tentang manfaat ganja bagi penderita radang sendi (Artritis reumatoid), kini peneliti lain bersikeras menganggap bahwa ganja sama sekali tidak memiliki manfaat kesehatan.

Seperti dikutip laman Everydayhealth, Jumat (7/3/2014) sejumlah ahli kini menyatakan tidak menyarankan penggunaan ganja bagi penderita nyeri artritis karena penelitian sebelumnya kurang terbukti kuat.

Seperti disimpulkan oleh penulis studi Mary-Ann Fitzcharles, MD dan rekan, dalamkajian studi pengobatan ganja yang diterbitkan dalam Arthritis Care & Research. Peneliti juga menyebutkan tentang manfaat ganja yang belum bisa dibenarkan secara medis karena kurangnya data, ketersediaan terapi dan potensi bahaya seperti kecanduan.

Sebelumnya, satu studi menemukan bahwa 80 persen pengguna ganja medis di klinik pengobatan sendi di AS menggunakan ganja untuk mengobati nyeri myofascial, nyeri yang memengaruhi otot dan jaringan. Begitu pula di Kanada, sekitar 65 persen mengatakan tenaga medis menggunakan ganja sebagai obat untuk arthritis parah.

Hal inilah yang membuat pro dan kontra antara para ahli Arthritis dan pasien. Seorang rheumatologist (dokter ahli rematik) di Washington, DC, Amerika Serikat Mahsa Tehrani, MD, pun menegaskan bahwa ia tidak merekomendasikan ganja untuk pengobatan karena kurangnya bukti dan risiko efek samping yang bisa mengganggu mental dan jantung.

"Mengingat efek sampingnya bisa memengaruhi kejiwaan serta masalah jantung, rekomendasi konsumsi ganja untuk pasien masih dipertanyakan," kata Dr Tehrani.

Hal yang sama juga kembali disampaikan oleh Dr Fitzcharles. Ia menggarisbawahi risiko terkait dengan ganja medis termasuk kecanduan, gangguan pernapasan, masalah memori dan gangguan fungsi kognitif dan psikomotor (masalah otot atau gerakan yang berhubungan dengan keadaan emosi Anda). Para peneliti juga menyoroti kurangnya data jangka pendek dan panjang yang mendukung penggunaan ganja medis antara pasien dengan kondisi rematik.

(Abd)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.

Media files:
ganja-140212-a.jpg
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions