TEMPO.CO, Honolulu – Seorang bocah perempuan berusia tiga tahun asal Hawaii yang mengalami cedera otak para, meninggal pada Jumat, 3 Januari 2014, malam waktu setempat. Sebelumnya, pada 3 Desember lalu, Finley Boyle, melakukan perawatan gigi di sebuah klinik gigi di Honolulu.
Sang ayah, Ashley Boyle, menuding Lilly Geyer dan Rumah Sakit Island Dentistry for Children memberikan obat penenang yang tidak sesuai dosis sehingga anaknya menjadi korban malpraktek Tidak hanya itu, Ashley juga menyebutkan staf rumah sakit tersebut bukanlah staf yang terlatih untuk menangani kondisi darurat.
Dikutip dari Reuters, pengacara keluarga Boyle, L. Richard Fried Jr., mengatakan obat penenang diberikan kepada Finley yang akan menjalani prosedur klinis untuk menangani empat saluran akar giginya dan mendapat tambalan pada rongga giginya.
Namun, dosis penenang yang terlampau tinggi membuat bocah lucu ini mengalami serangan jantung yang kemudian merembet ke otak sehingga bagian vital ini mengalami kerusakan. Keluarga juga menuduh staf rumah sakit tidak bisa menangani kondisi darurat ini lantaran mereka gagal memeriksa tanda-tanda vital pasien selama 26 menit.
Atas dugaan malpraktek ini, keluarga Boyle rencananya akan mengajukan gugatan terhadap dokter gigi Lilly Geyer dan Rumah Sakit Island Dentistry for Children pada awal pekan ini. Sementara itu, baik Lilly Geyer maupun Island Dentistry for Children belum bersedia memberikan keterangan.
ANINGTIAS JATMIKA | REUTERS
This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.