INSTRUKSI pemberian insentif pada dokter di era BPJS oleh Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono menuai banyak pendapat. Salah satunya ialah Prof. dr. Hasbullah Thabrany, MPH, Dr.PH, Ketua Pusat Kajian Ekonomi dan Kebijakan Kesehatan UI, yang berpendapat bahwa kapitasi untuk dokter memang perlu dinaikan agar para dokter bisa melayani masyarakat dengan baik.
"Kapitasi sekarang terlalu kecil. Bila ingin memperkuat primary care, dimana dokter diharapkan mengobati, mencegah, menyuluh yang begini-begitu, ya tidak cukuplah dokter diberikan bayaran kecil. Berikanlah income yang wajar, agar mereka bisa bekerja dengan baik. Utamanya, dokter yang praktek sendiri atau swasta. Hal itu karen mereka tak bisa mendapat insentif. Lebih baik kapitasi-nya dinaikan. Apalagi mereka tidak dapat apa-apa selain dari JKN, dan mereka juga kan harus menanggung gaji perawatnya, obat, pemeliharaan alat praktek dan juga ruangan," katanya seusai acara yang bertema Temu Media & Workshop Pengendalian Hipertensi dengan Kementerian Kesehatan RI, Novartis dan PKEKK Universitas Indonesia, Gedung Kemenkes RI lantai 3, belum lama ini.
Sedangkan untuk dokter Puskesmas, menurut dia, sudah wajar dimana fasilitas, obat dan gaji dibayar oleh pemda. Celakanya, di lapangan BPJS mindset-nya seperti Askes lama, yakni mencari yang semurah-murahnya. Di mana kapitasi menurut Permenkes Rp8 ribu sampai Rp10 ribu, dikasihnya ke Rp 8 ribu bukan Rp10 ribu, dalihnya yang Rp10 ribu untuk gigi. Padahal, untuk dokter gigi biayanya di luar Rp8 ribu sampai Rp10 ribu dan range Rp2 ribu terlalu kecil. Menurutnya, baiknya dokter diberikan sebesar Rp15 ribu per kapita untuk kebutuhan biaya-biaya yang dikeluarkan.
Prof. Hasbullah menuturkan bahwa kapitasi yang ada sekarang ini, Kemenkes RI takut uangnya tak cukup. Jadi, bermain "konservatif" atau jangan tinggi dulu, agar terlihat perkembangan pelayanan kesehatan di masyarakat kalau dinaikan nanti. (ind)
This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.