SEMAKIN banyaknya wanita yang memilih untuk tidak menikah atau menunda pernikahan menimbulkan banyak pertanyaan mengapa hal tersebut terjadi dan penyebabnya. Ini seperti membongkar mitos bahwa wanita adalah pihak yang selalu menginginkan pernikahan dan tidak memiliki kekhawatiran tentang menikah, sedangkan pria yang takut mengambil risiko ini.
Yang benar bahwa baik pria maupun wanita memiliki kekhawatiran dan ketakutan sendiri tentang pernikahan dan kadang-kadang itu adalah hal yang sama-sama menakutkan bagi mereka. Berikut beberapa hal yang membuat
wanita takut pada pernikahan, seperti dilansir
Magforwomen.
Takut bosan Sama seperti setiap hubungan biasa, pernikahan menjadi tidak menarik setelah beberapa tahun bersama-sama, kecuali dua orang bekerja sangat keras dalam hubungan mereka. Perasaan bosan merasuk setelah beberapa tahun dan ketakutan akan kebosanan ini membuat banyak wanita melarikan diri dari institusi perkawinan. Mereka tampaknya tahu bahwa perasaan cinta yang memabukkan akan hilang setelah beberapa tahun dan kadang-kadang beberapa bulan pernikahan.
Tidak cukup cinta Wanita juga takut tentang cinta yang semakin surut setelah menikah. Mereka mulai bertanya-tanya apa yang akan terjadi ketika tidak ada cinta yang tersisa dalam pernikahan. Mereka berpikir tentang kesia-siaan tetap bertahan dalam pernikahan tanpa cinta. Juga mereka tidak ingin mengalami kesulitan hanya untuk menyadari kemudian bahwa cinta tidak cukup dalam sebuah pernikahan.
Ragu Wanita cenderung memiliki banyak keraguan diri ketika membahas pernikahan, seperti kemampuan mereka untuk terus mencintai, bertahan dalam cinta, perubahan setelah memiliki anak-anak, dan banyak lagi. Pernikahan disertai banyak tanggung jawab dan mereka takut bahwa mereka tidak akan mampu untuk mengurus semuanya.
(tty)This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.